Memilih nama: Radika

± 4 menit baca

Aku mencari nama yang berarti kegembiraan dan pertumbuhan.

Radika menjawab keduanya sekaligus.

Dua kalimat itu dulu adalah seluruh isi catatan ini. Bertahun-tahun kemudian aku sadar: keduanya bukan jawaban, melainkan pintu. Di balik pintu itu ada cerita yang belum pernah kutulis utuh — bagaimana sebuah nama dipilih, dan bagaimana nama yang sudah dipilih itu perlahan memilihkan segala hal lainnya.

Sebelum ada nama

Semuanya bermula dari halaman kosong yang bahkan belum berani menyebut dirinya sendiri. Aku punya beberapa catatan berserakan, sebuah server kecil yang sering membuatku terjaga, dan keinginan samar untuk menyimpan pikiran di tempat yang tidak dimiliki orang lain. Yang belum kupunya justru yang paling dibutuhkan: sebuah nama untuk memanggil semuanya pulang.

Nama terdengar seperti hiasan, padahal ia fondasi. Sebelum ada nama, setiap keputusan terasa sementara — sketsa sistem masih berupa corengan di kertas (Sketsa pertama sistem catatan), server masih sekadar alamat IP yang kuhafal setengah hati, dan tulisan-tulisan itu belum punya rumah yang bisa disebut dengan satu tarikan napas.

Aku belajar bahwa halaman kosong tidak takut pada ketiadaan ide. Ia takut pada ketiadaan identitas.

Kandidat-kandidat yang gugur

Maka aku mengadakan pemilihan umum kecil di kepalaku, dan seperti pemilihan umum pada umumnya, kebanyakan kandidat gugur karena alasan yang jujur.

Ada nama-nama yang terlalu rapi: Arsip, Basis, Repositori. Mereka terdengar seperti lemari besi — aman, dingin, dan tidak pernah tertawa. Ada yang terlalu manis: Taman Hati, Ruang Rindu. Mereka indah di hari pertama, lalu memalukan di hari keseratus. Ada pula yang terlalu gagah: nama-nama berawalan huruf kapital ganda yang terdengar seperti produk startup, padahal isinya hanya seseorang dan kopinya.

Setiap kali sebuah nama gugur, aku mencatat alasannya. Tanpa kusadari, daftar alasan itu sedang menulis spesifikasi: nama itu harus hangat tetapi tidak cengeng, pendek tetapi tidak kosong, asing cukup untuk membuatku penasaran, akrab cukup untuk membuatku pulang.

Pertemuan dengan sebuah kata

Lalu datang malam ketika aku berhenti mencari dan mulai mendengar.

Radika.

Di satu kamus kecil, kata serupa menyebut akar — bagian tumbuhan yang bekerja dalam gelap, yang tidak pernah dipuji saat bunga mendapat pujian. Di telingaku, kata yang sama terdengar seperti tawa yang ditahan sebentar sebelum lepas. Akar dan gembira; pertumbuhan dan keceriaan. Dua hal yang kupikir harus dipilih terpisah, ternyata bisa tinggal dalam satu suku kata yang sama.

Aku mengucapkannya pelan beberapa kali, seperti mengetuk dinding rumah sebelum memutuskan masuk. Bunyinya tidak sombong. Bunyinya tidak malu. Bunyinya terdengar seperti tempat yang mau aku rawat bertahun-tahun — dan keesokan paginya, alamat itu resmi berganti, dan Selamat datang di Radika ditulis sebagai salam pertama.

Nama sebagai janji

Yang tidak kuduga: nama itu menagih.

Sejak hari pertama disebut Radika, kebun ini tidak lagi boleh berperilaku seperti gudang tautan. Nama yang berarti pertumbuhan menuntut agar tulisan boleh terlihat belum selesai — maka lahirlah keputusan untuk membiarkan catatan berstatus benih dan tunas tampil apa adanya. Nama yang berarti kegembiraan menuntut agar membaca di sini tidak terasa seperti diawasi — maka tiada pelacak, tiada metrik pengunjung, tiada bising (Kenapa Radika berbentuk workshop).

Bahkan pilihan teknisnya ikut dibentuk oleh nama itu. Ketika godaan datang untuk memakai kerangka kerja besar yang sedang populer, aku mendengar lagi kata itu di kepalaku — akar — dan memilih membangun dari tanah sendiri: PHP native, ringan, dan sepenuhnya milikku (Membangun Radika dengan PHP native, Fondasi PHP native dan keputusan berani). Akar tidak butuh pot orang lain untuk tumbuh.

Nama yang tumbuh bersama

Bertahun-tahun kemudian, nama itu telah menyaksikan lebih banyak hal daripada yang kubayangkan saat pertama mengucapkannya. Ia hadir ketika server pertama kali jatuh di tengah malam (Malam pertama server turun), ketika kebun mulai dikunjungi orang-orang yang tidak kukenal (Kebun yang mulai ramai), dan ketika seluruh wajah kebun ini dibangun ulang untuk hidup di genggaman tangan (Milestone: Radika v4 dan Era Mobile-First).

Kini, ketika seseorang bertanya mengapa namanya Radika, aku tidak lagi menjawab dengan definisi kamus. Aku menjawab dengan menunjuk: lihat rumpun-rumpun catatan yang saling berpegangan, lihat induk-induk yang menaungi anggotanya, lihat benang-benang pikiran yang tidak pernah diputus hanya karena usianya tua. Semua itu adalah arti kata yang dulu hanya kubawa sebagai harapan.

Nama tidak memilihkan jalan yang mudah. Ia hanya memastikan aku selalu tahu arah pulang — dan bahwa setiap kali pulang, ada sesuatu yang telah tumbuh sejak kepergianku terakhir.

Kembali ke dua kalimat

Catatan: Benih catatan ini
Dua baris pembuka di atas — "Aku mencari nama yang berarti kegembiraan dan pertumbuhan. Radika menjawab keduanya sekaligus." — adalah seluruh isi catatan ini saat pertama ditulis. Semua yang kau baca sesudahnya tumbuh kemudian. Persis seperti yang nama itu janjikan sejak awal.

Jadi bila hari ini kau bertanya padaku apa arti Radika, jawabanku tetap sama seperti malam itu, hanya kini aku bisa memperpanjangnya tanpa kehabisan napas:

Aku mencari nama yang berarti kegembiraan dan pertumbuhan.
Radika menjawab keduanya sekaligus — dan terus menjawabnya, setiap hari, dalam setiap catatan yang kautanam di sini.

Langkah berikutnya

→ Kebun yang mulai ramai

Tinggalkan jejak kecil

Satu emoji cukup untuk bilang bahwa tulisan ini pernah menyentuh seseorang.


Bagikan